,

Pilih Mana, Buff atau Masker?

Polusi udara tak lagi bisa dihindari, sejauh ini yang bisa dilakukan adalah mencegah dampak polusi yang semakin meningkat. Atau paling tidak mencegah diri kita agar tidak tercemar oleh limbah udara yang mematikan tersebut. salah satunya dengan memberi perlindungan pada organ tubuh terluar yang terpapar oleh polusi secara langsung, dalam hal ini adalah hidung dan mulut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenakan masker atau bandana untuk menekan masuknya polusi udara ke dalam tubuh secara langsung.

Terlebih lagi pada musim kemarau yang sering diiringi angin kencang bersama debu yang tak terelakkan. Penutup hidung dan mulut sudah menjadi kewajiban bagi siapapun yang banyak beraktifitas di luar ruangan, terlebih lagi pengendara sepeda motor yang selalu berinteraksi dengan gas emisi berbahaya hasil kerja kendaraan yang mereka tumpangi sendiri.

Buff atau bandana yang sering dipakai para pengendara motor adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan dan tidak boleh ketinggalan. Selain karena fungsinya sebagai penghalau polusi, buff juga diklaim lebih ramah lingkungan dibanding masker sekali pakai yang biasa dibuang setelah tak layak pakai.

Harganya pun cukup terjangkau untuk ukuran barang yang bisa dipakai long last time, sekitar 30-60ribu di online shop yang banyak saya temui. Motifnya pun beragam dan ada yang bisa custom juga. Tinggal pilih aja kan.
beragam pilihan motif buff

Lain halnya dengan masker sekali pakai atau masker yang biasanya dipakai oleh dokter di rumah sakit. Harganya murah, sekitar seribu-1.500 tergantung dari ukurannya. Ada dua jenis masker jenis ini, yaitu yang menggunakan tali dan karet. Saya pribadi lebih suka yang tali karena lebih mudah dipakai saat mengenakan jilbab, jadi tinggal ikat saja di belakang kepala. Done.


Ada pula jenis masker yang berbahan kain, hampir sama dengan buff namun berbentuk masker. Kebanyakan menggunakan tali sebagai aplikator dan didesain dengan aneka bentuk yang menarik sehingga lebih bagus dan terkesan lucu saat dikenakan.


Untuk masker jenis yang terakhir dan buff atau bandana, sebenarnya sangat recommended untuk dipakai karena berbahan kain dan bisa dipakai berkali-kali sehingga ramah lingkungan. Namun bagi saya pribadi lebih nyaman mengenakan masker sekali pakai, meskipun kadang saya pakai berkali-kali :D. Satu-satunya alasan yang utama adalah karena saya tidak tahan pada aroma detergen atau sabun cuci yang sering melekat di kain tersebut. sedikit lebay, tapi inilah adanya hehe. Pernah suatu waktu saya mengakali dengan menyemprotkan minyak wangi ke benda tersebut, yang terjadi justru saya semakin tak berdaya menahan aroma harumnya. 

Well, orang dengan penyakit migrain lebih sensitif terhadap bau dibandingkan orang lain pada umumnya. Jadi, harap maklum. Bisa jadi kamu lebih nyaman dengan masker berbahan kain tersebut.


Nah, bagi kamu yang bingung mau pakai buff, masker berbahan kain atau masker sekali pakai, mungkin ulasan diatas bisa dijadikan bahan pertimbangan. Terimakasih sudah membaca.

Happy blogging
Share: