,

KUA, Gak Cuma Nikahin Orang Aja

Ngomongin masa depan sambil ngopi yuk :)
Setiap kali mendengar tiga huruf yang merupakan akronim dari Kantor Urusan Agama, KUA, hal yang pertama kali difikirkan adalah perkawinan. Ya, instansi ini memang lebih banyak mengurusi soal perkawinan dibanding yang lainnya. Sehingga image masyarakat terhadap KUA lebih kepada badan pemerintah yang “suka nikahin orang”.

Well.. well... gak ada yang salah sih dengan pandangan seperti itu. Toh pada kenyataannya, urusan yang lebih sering ditangani KUA adalah Perkawinan. Apalagi kalo lagi musim nikahan, pas tanggal bagus, pas hari bagus, duuhh... sampe capek tuh penghulunya kesana kesini buat nikahin orang.

Ngomongin penghulu jadi inget sama sinetron bulan puasa kemaren. Penghulu ganteng yang diperanin sama Ali Syakieb dan Kantini yang diperanin sama mbak Bella. Katanya sih mau ada serial lanjutannya tapi entah kapan. Kalo di sinetronnya, penghulunya sendiri belum nikah tapi udah pengalaman nikahin banyak pasangan. Haha, gak mupeng apa ya?

Ok, back to the main topic.

Tiga minggu yang lalu, aku bersama tim PPL-ku mendapat kesempatan untuk observasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jepara. Meskipun sudah mendapatkan materi yang cukup banyak di kelas, nyatanya kami masih butuh bukti konkret tentang hal-hal yang sebenarnya terjadi di lapangan. Di KUA, masyarakat tidak hanya dapat mengurusi soal perkawinan. Namun dapat pula mengurus tentang Akta Ikrar Wakaf, WAZIS (Wakaf, Zakat Infaq & Shadaqah), Bimbingan Keluarga Sakinah, Bimbingan Haji, Kemasjidan dan sebagainya.

Selain itu, di KUA juga terdapat Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN) untuk calon pengantin yang baru mendaftar loh. Jadi, setelah Kedua calon mempelai melakukan pendaftaran nikah keduanya akan diberikan bimbingan mengenai hak dan kewajiban suami istri dan hal-hal yang berkaitan dengan dunia rumah tangga. Terbilang cukup umum dan sudah mainstream, tapi menurutku hal ini cukup penting. Bisa sebagai pengingat bagi yang sudah tau dan sebagai ilmu baru bagi yang belum tau.

Loh, memangnya ada yang mau nikah tapi belum tau hak dan kewajibannya?

Jawabnya, ada. Dan BANYAK!

Tidak semua calon mempelai adalah orang yang sudah siap untuk menjalani kehidupan sebagai suami istri. Ada banyak hal yang kadang membuat mereka sedikit terpaksa untuk menjalankannya dengan ilmu dan pengetahuan yang bisa dibilang minim. Disinilah, kursus calon pengantin yang diberikan penyuluh diharapkan dapat berguna bagi kedua calon mempelai.

di KUA juga terdapat BP4 (Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan) yang lebih banyak melakukan penyuluhan terhadap pasangan pengantin yang memiliki masalah. Kursus calon pengantin yang aku tulis barusan juga ditangani sama Badan ini.

Dan satu lagi, PNS yang memiliki permasalahan yang kemungkinan tidak bisa dipecahkan dan akan dilanjutkan ke Pengadilan harus melalui Badan ini terlebih dahulu. Kenapa? Ya biar gak bercerai. Siapa tahu bisa dirukunin lagi. Kalo non PNS juga bisa melalui BP4, tapi memang jarang yang menyadari adanya badan pemerintah ini sehingga sedikit sekali yang datang untuk meminta bimbingan dan memilih langsung mengajukan di pengadilan agama.

Biarpun begitu, Petugas KUA hanya manusia biasa yang memang tak sempurna. Keberadaan badan seperti BP4 hanya sebagai usaha agar terwujud keluarga Indonesi yang bahagia dan sejahtera. Dan dalam realitanya, kita sendiri yang menentukan laju hidup yang akan dijalani. Entah memilih untuk segera menikah tanpa pertimbangan matang dengan berbagai resiko yang ada atau memilih untuk menyiapkan semuanya sejak awal.

Lagi-lagi, KUA memang selalu jadi sorotan. Sering diomongin, dianggap sebagai destinasi menuju kebahagiaan. Apalagi sama anak-anak muda tuh, sukanya ngegombal mau ngajak ke KUA lah, apa lah, padahal uang jajan aja masih nyadong. Meskipun nikah di KUA tidak dikenai biaya, tapi hidup setelah akad juga butuh biaya kan?

Siapin diri aja deh, kalo udah waktunya juga bakalan sampe sana :)


Jodoh pasti bertemu”, kata bang Afgan.
Share:

11 komentar:

  1. pas nikah kemarin sih saya nggak ada seminar pernikahan gini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Ninda baru aja nikah? selamat ya mbak :)

      Mungkin memang belum diterapkan di KUA-nya mbak Ninda, hehe

      Hapus
  2. Waaaaah aku baru denger tentang SUSCATIN ini, 6 tahun lalau belum ada kali ya? Atau akunya aja yang nggak tau..? Bermanfaat banget itu pasti untuk para cloan pengantin yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya sih sudah lama mbak, tapi belum semua KUA menyediakan Kursus kilat yang diadakan oleh BP4 ini.

      Hapus
  3. Hooo baru tau saia...
    persiapan masa depan :D

    BalasHapus
  4. Mau dong dibawa ke KUA,hihihi.

    BalasHapus
  5. bagus juga kalau di KUA ada seminarnya yg memberikan kita wawasan bagaimana menjalin rumah tangga yg baik ...

    BalasHapus

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)