, , , ,

Ngomongin Make Up sambil Belajar Lukis Alis

Yang benar itu Bikin Alis apa Lukis Alis?
Em, kalo menurutku sih terserah yang ngomong aja sih ya, enaknya gimana. Kalo aku lebih enaknya bikin alis tapi lebih setuju Lukis Alis, karena kegiatannya kan Menebali Alis sehingga lebih Indah bukan membuat Alis Baru. Oke ya, suka-suka aja.
Sebenarnya aku bukan pecinta make up, suka aja nggak apalagi cintrong hehe. tapi aku suka aja kalo lihat orang dandan cantik dan macem dengan postur tubuh dan pakaian yang dikenakannya. Meskipun kadang justru kecewa juga karena yang dilihat di foto tidak sama dengan kenyataannya. Seperti pengalamanku saat kondangan di pernikahan salah orang teman. Sebelum berangkat, seperti biasa, sudah banyak foto yang tersebar. Hampir semuanya berkomentar "wah, cantik banget", karena memang si pengantin terlihat sangat cantik dibanding hari biasanya dengan make up seadanya.
Sesampainya di lokasi, aku kaget bukan kepalang karena ternnyata riasan yang tadi terlihat sangat menarik di foto jauh berbeda dengan yang sedang ada di hadapanku. Entah faktor waktu yang sudah cukup lama atau memang kualitas riasan yang tidak maksimal, alas bedak yang melapisi kulit wajah pengantin terlihat sangat tebal dan seperti topeng, ups. Maklum, aku lebih suka riasan natural daripada yang seperti itu.
Sekedar saran saja bagi para calon pengantin, selalu diskusikan dulu model riasan yang akan diaplikasikan di wajah kamu. Tidak semuanya cocok untuk diaplikasikan di wajah kamu ya, jangan sampai momen berharga yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini menjadi rusak hanya karena riasan yang hancur berantakan. Jangan berpikir hanya untuk momen foto dari pihak rias saja, sekarang, siapapun maunya foto sama pengantin lho. Biar cepet nyusul, katanya.


Oke. Skip.
Sebenarnya bukan tentang riasan pengantin yang aku tulis, tapi tentang pengalamanku Belajar Lukis Alis. Alis sebagai bagian yang cukup penting dari wajah menjadi salah satu penentu bentuk wajah yang sangat perlu untuk diperhatikan. Lihat deh, kalo alisnya bagus pasti keliatan lebih cantik.
Sebenarnya alisku baik-baik saja, hanya sekedar ingin belajar tekniknya saja. Bersama mbak Jeti, teman kos kala itu, aku dibimbing dengan telaten. Tanpa modal, akupun meminjam pensil alisnya, hehe.

Mungkin bagi sebagian wanita, kegiatan ini adalah hal simpel yang sangat mudah dilakukan. Selain menjadi ritual wajib sebelum bepergian untuk menunjang penampilan. Tapi apalah dayaku yang pegang bedak aja cuma sehari sekali. Touch up?, hehe ngaca aja jarang apalagi buat Lukis Alis.
Dan akhirnya akupun mulai belajar, tidak seluruhnya dilukis tapi hanya bagian pangkal dan ujung saja. Lalu disapu dengan puff hingga merata dan membentuk alis yang proporsional. Dan seperti inilah hasilnya, hehe.



Setelah belajar saat itu, hanya beberapa kali kuaplikasikan di alisku. Bahkan aku sempat mendapat saran dengan menggunakan sikat bekas untuk menyapu bagian alis yang tidak rapi. Dan ternyata memang benar, sikat bekas cukup membantu merapikan alis tanpa harus menggunakan pensil alis.


Ada yang punya pengalaman unik dengan Riasan? Share yuk...
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)