, ,

Camping Ceria di Pulau Panjang with Komunitas Doyan Dolan

Maret 2017, salah satu komunitas di Jepara mengadakan Camping Ceria di Pulau Panjang Jepara. Kebetulan aku sedang free dan memang ingin piknik, maka segera kuiyakan saat ada ajakan mengikuti. Dengan menaiki perahu milik salah satu anggota komunitas, kami pun menyeberang ke Pulau Panjang. Karena sejak siang hujan turun dengan derasnya, maka jadwal kamipun molor cukup lama menunggu hujan kembali reda. Sekira pukul 16.30, hujan sudah mulai reda dan kekhawatiran kami tentang batalnya acara kami pelahan luntur. Dengan menaiki perahu milik salah satu anggota komunitas, kami pun menyeberang ke Pulau Panjang.

Kami tiba disana menjelang matahari tenggelam dengan sambutan pasir yang basah akibat hujan yang hampir seharian mengguyur mereka. Matahari sudah tak lagi nampak karena tersapu mendung yang menambah gelap suasana. Syukurlah kami sudah sampai di Pulau Panjang dengan selamat.
Setelah para Punggawa (baca-anggota pria) memeriksa lokasi yang akan kami gunakan untuk mendirikan tenda, kamipun bergegas kesana sambil membawa perlengkapan yang kami bawa dari rumah. Kompor dua tungku, gas elpiji, panci besar dan alat camping lainnya kami bawa ke tenda besar yang ternyata sudah siap. Memang agak alay ya, camping kok bawa kompor dua tungku, hehe.
Yah, daripada sewa kompor portabel dan harus ngantri masak mendingan bawa aja yag ada. Toh gak ada yang dirugikan kalau alat ini dibawa, peralatan ini milik salah satu anggota yang memang tinggal sendirian di rumahnya. Dan tidak perlu banyak tenaga untuk membawanya sampai ke perahu karena tempat parkir perahunya ada di belakang rumah. Enak, bukan?

Lanjut ke Pulau Panjang, sejak magrib hingga menjelang pukul 20.00, gerimis yang turun tak kunjung reda. Kami banyak menghabiskan waktu di dalam tenda masing-masing. Kami membawa empat tenda, dua tenda untuk pria, satu untuk wanita satu tenda untuk peralatan kami.

Menjelang malam, kami memutuskan untuk makan malam bersama. Di luar ekspekstasi, ternyata panci besar yang tadi kami bawa berisi ayam yang sudah diungkep lengkap dengan bumbu khasnya. Nasi hangat juga telah tersedia disana, tak ketinggalan pula sambal kecap yang menemani ayam nikmat kami. Wah, ini sih piknik paling mewah sejauh pengalamanku.

Tidak ada acara khusus yang kami rencanakan. Tujuan kami semata-mata untuk Camping melepas penat setelah sekian hari berkutat dengan kegiatan harian. Sehingga kami hanya bersantai, ibarat kata hanya berpindah tempat tidur saja hehe. Selesai makan malam, aku dan teman wanita lain memutuskan untuk mengambil camilan dan kembali ke tenda sambil menunggu gerimis sedikit reda. Lama mengobrol, kamipun dilanda kantuk hingga masing-masing dari kami tertidur dengan sendirinya.

Aku terbangun saat waktu menunjukkan pukul 23.00 ketika gerimis sudah reda dan keadaan terlihat sepi. Ternyata teman-teman yang lain sedang memancing di dermaga Pulau Panjang. Aku menyusul sambil berbincaang dengan mereka di bawah payung langit malam yang temaram, duh.

Selepas ngobrol ngalor ngidul, sebagian dari kami menghidupkan api unggun. Sayangnya upaya mereka selalu gagal, Pertamax yang disiramkan ke kayu basah tak mampu membuatnya menyala meski dengan segala upaya. Untunglah ada bantuan dari nelayan yang singgah di Pulau Panjang, kami meminta sedikit solar untuk membantu perapian kami. Syukurlah bisa berhasil dan cukup untuk menghangatkan tubuh kami yang kedinginan sejak sore.

Menjelang Pukul dua dini hari, satu persatu dari kami kembali tidur dan bangun saat matahari agak meninggi. Setelah membersihkan diri dan berkeliling tenda, kami sarapan dengan nasi dan ayam sisa semalam ditemani mie instan goreng yang sungguh lezatnya. Dengan diiringi canda tawa, kami makan dengan lahapnya. Berbagi nasi, lauk dan kebahagiaan bersama. Selepas kenyang, kami pun membersihkan sampah yang ada di sepanjang garis pantai bagian depan dari Pulau Panjang. Ini salah satu agenda yang kami rencanakan sejak awal.


Selepas itu, Aku bersama seorang teman, mbak Ida,menyusul teman kami yang datang dengan rombongan lain, Opal. Kami mengajaknya berkeliling sambil mencari beberapa spot foto yang bagus. dan ini beberapa hasilnya. Gak bagus-bagus amat sih, hehe.




Kemudian kami berkeliling santai bersama-sama. Suasana pagi di sana masih segar, apalagi belum banyak pengunjung yang datang. Sayangnya sampah yang tercecer masih banyak dan tak ada petugas yang membersihkannya. Well, sebaiknya jangan menambah sampah di sana ya, Gais.

Setelah asik berfoto, kami dilanda lelah dan akhirnya hanya duduk-duduk di belakang tenda. Menjelang siang, kamipun berkemas dan pulang dengan hati yang gembira.

Komunitas Doyan Dolan merupakan komunitas dengan anggota yang tidak terlalu banyak namun bisa dikatakan cukup solid dalam hal pertemanan. Pertamaali mengikuti #Piknikfolkom saat di Kedung Paso bersama KPP Pratama Jepara. Setelah itu, setiap kali mereka mengadakan kegiatan aku selalu diajak, salah satunya adalah acara Camping Ceria di Pulau Panjang ini.

Sekian ceritaku tentang Camping Ceria di Pulau Panjang with Komunitas Doyan Dolan. Kapan-kapan aku post lagi eksklusif tentang Pulau Panjang. Punya cerita tentang Pulau Panjang? Share yuk....


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)