,

Gardu Pandang Jehan Part II



Maret 2017, tepatnya hari Kamis di akhir bulan, 18 hari setelah pertama kali ke Gardu Pandang Jehan atau sekitar satu minggu setelah Camping Ceria di Pulau Panjang with Komunitas Doyan Dolan, aku kembali ke Gardu Pandang Jehan lagi. Kali ini hanya berjumlah empat orang dan ironisnya, semuanya laki-laki kecuali aku. Awalnya karena memang sedang tidak ada kegiatan karena les libur akhirnya aku putuskan mengikuti mereka saat ada yang membuat ajakan kesana di Personal Message BBM.

Kami berangkat melalui jalan utama dari arah Jepara kota, mellaui Kembang dan jalur menuju Air Terjun Songgolangit dan berbelok ke arah Jehan di pertigaan sebelum Air Terjun. Sesampainya disana, aku sedikit kaget dengan perubahan yang cukup cepat dan drastis. Jika dulu hanya ada sekitar empat Gardu Pandang berbentuk persegi dengan tangga mnuju keatas, kali ini sudah bertambah dengan sebuah miniatur kapal dengan ujung lancip berbendera merah putih.
Gardu berbentuk Kapal

keep safety ya...

aman kok, jangan takut.

harus ada yang berkorban buat foto, nih hehe


tetap gahol donk...
Warung warung kecil yang dulu hanya beralas tikar dan beratap terpal kini sudah memiliki tempat yang lebih baik. Meski masih beratap terpal, setidaknya para penjual bisa menyimpan dagangannya di dalam lemari yang sekaligus menjadi meja tempat makan para pembeli. Mereka pun menyediakan kursi di kanan kiri meja dan beberapa warung bahkan menyediakan hiburan musik yang khas Jepara banget.


Hujan deras banget sampe gelap di bawah

Kami tiba disana pada siang hari disambut dengan hujan deras tepat setelah kami tiba diatas. wow, segarnyaaa. Sejenak menikmati camilan yang kami bawa dari bawah ternyata tak membuat perut kenyang, setelah hujan reda kami pun berjalan menuju salah satu warung. Kamipun memesan mie instan sebagai satu-satunya menu yang cukup mengenyangkan dibandingkan yang lain. Selesai makan, kami baru berkeliling dan berfoto bersama.

Di beberapa spot foto memang sudah cukup aman untuk dinaiki bersama-sama, namun tetap harus menjaga keselamatan diri sendiri mengingat di bawah beberapa Gardu Pandang terdapat jurang yang mungkin akan membuatmu tegang. Bagi yang takut ketinggian sebaiknya tidak perlu naik ke Gardu Pandang yang cukup tinggi ya, atau jika kamu bersama teman atau pacar sebaiknya mintalah bantuan agar lebih aman.



Seperti itulah cerita Piknikku ke Gardu Pandang Jehan Bagian 2. Kamu punya cerita tentang Gardu Pandang Jehan juga?, share yuk...
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)