Tiga Pasang Sepatu dan Dua Pasang Sendalku

by - 14 Juni






 Tiga Pasang Sepatu dan Dua Pasang Sendalku | Ada yang mengatakan bahwa sepatu (atau sebut saja aksesoris kaki) merupakan salah satu fashion icon yang cukup penting untuk diperhatikan. Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa sepatu adalah bagian yang berbeda dengan tren fashion. Ya, memang letaknya cuma di kaki, ga begitu diperhatikan orang. Hei... kok cuma sih?. Bayangin kalo kita cuma nyeker tanpa alas kaki, bisa melepuh deh kulit kakinya. Ya kali wajahnya mulus tapi kakinya buduk. Ckck


Entah sepatu, sendal ataupun lainnya, bagiku cukup penting sih. Aku memang tipe yang ga kuat panas ataupun dingin, termasuk tekanan dari kerikil-kerikil kecil. Menyiksa. Aku tak suka. Kecuali di tempat-tempat yang memang lazim tak beralas kaki, misalnya di pematang sawah. Meski sekarang sudah ada sepatu booth, rasanya lebih nikmat saat merasakan pijatan lumpur sawah yang lembut di kaki. Sayang sendalnya juga sih kalo kena lumpur. Hehe

Nah, aku sendiri bukan tipe pengoleksi alas kaki baik sepatu maupun sendal. Ya.. seperlunya aja sih, gak usah banyak-banyak apalagi mahal. Pokoknya seperlunya dan secukupnya aja. Kita mau kemana, ada yang dipakai untuk melindungi kaki kita tanpa harus bingung mau beli baru demi kepuasan diri. Toh cuma di kaki, eh.

Kegiatanku sebagai pengangguran ya paling gitu-gitu aja sih. Tak terlalu sering tapi bisa dibagi ke beberapa bagian, seperti acara formal, non formal dan semi formal. Dan aku punya item sepatu untuk masing-masing acara tersebut. Berapa jumlahnya? Ya kali banyak-banyak. Satu aja kok.

Lho? masak ga ganti-ganti?
Emang kenapa kalo gak ganti? Kan sudah kubilang jarang dipakai juga. Kalopun orangnya sama di acara yang berbeda, paling juga orang yang lihat sudah lupa. Wong cuma di kaki aja kok, hehe.

Ya udah ya udah, emang apa aja sih?

1. Sepatu Lari


Ini sepatuku yang paling baru, hehe. Murahan banget, maksudku harganya murah. Ada sih merknya tapi entah ori atau kw aku juga gak ngeh. Yang penting nyaman aja dipakai. Ukurannya kegedean 1 nomor sih sebenernya, tapi cukup pas kalo buat lari. Soalnya waktu nyobain yang satu nomor di bawahnya agak ketat gitu. Jadi ya sudahlah....

Sepatu ini dipake cuma 3 kali seminggu, itupun kalo lagi rajin jogging. Saat menulis ini malah udah semingguan gak kepake karena sering bangun kesiangan dan udah lemes saat mau jogging sore. *alesan*

Sejak beli hingga sekarang belom pernah kucuci karena memang belum pernah kotor banget. Paling bagian bawahnya aja yang aku sikat dengan pasta gigi agar tetap putih kinclong seperti gigi di iklannya. Huhu

2. Sepatu Ket

Aku gak tau gimana ejaan yang benar, ket atau cat atau cet. Ah sudahlah, maksudnya yang itu. Tau kan maksudku?
Kalau biasanya yang disebut sepatu ket adalah yang memiliki tali di bagian atas dan datar di bagian bawahnya, punyaku ini tanpa tali. Ada sih tali, tapi udah nempel gitu jadi gak perlu diikat secara manual. Entah masih termasuk kawanan sepatu ket atau nggak aku pasrah aja.

Sepatu ini casual banget. Aku suka pake kemana-mana. Biarpun bagian dalamnya udah buluk dan jelek, yang penting gak bau hehe.

Sepatu ini sudah setahun lebih menemaniku, aku beli di toko sepatu pinggir jalan dengan harga enam puluh ribu saja. Murah kan?, dan sampai sekarang aku belum berniat menggantinya. Bentuknya yang unik, simpel dan tak perlu mengikat tali seperti sepatu lainnya membuat aku mudah memakainya. Apalagi jika bepergian ke tempat ramai yang gak mungkin bisa jongkok barang sebentar untuk mengencangkan ikatan talinya.

3. Sepatu Flat

Sepatu ini sedikit lebih tua dari sepatu lariku. Harganya dua kali lebih murah dari kakaknya adiknya, maksudku harga sepatu lari tadi dibagi dua. Memang agak kebesaran karena ukuran standarnya besar, tapi mau gimana lagi. Itu sudah ukuran terkecil di tokonya. Warnanya manis dan modelnya elegan membuatku kepincut saat itu. Sampai saat ini masih sering kupakai dan rencananya akan kupakai saat lebaran nanti.

Warna dusty pink yang dimilikinya membuat warna kulit kakiku yang agak gelap terlihat lebih cerah. Entah karena khayalanku saja atau teorinya memang seperti itu, aku tak tau persis. Yang pasti sepatu ini berhasil menambah rasa percaya diriku saat menghadiri acara formal maupun semi formal.

4. Sendal Gunung
Bukan foto asli nih, tapi mirip sih modelnya. 

Sandal gunung ini kubeli setahun yang lalu. Terlalu besar dan agak berat jadi jarang kupakai. Tapi aku suka modelnya yang tak pasaran, meskipun sering dibilang kebo sapi karena warna masing-masing sisi yang berbeda. Satu sisi berwarna merah dan satu sisi lainnya berwarna hitam. Dulu saat masih sering jalan-jalan di alam sih sering dipakai, sekarang sudah berganti jalan-jalan di dunia maya jadi jarang dipakai, deh.

Sendal ini kubeli dari salah satu produsen di Jawa Barat, kalo gak salah Bandung. Harganya lumayan karena modelnya custom. Selain nyaman saat dipakai, modelnya yang tak pasaran juga menambah kePDanku hehe.

5. Sendal Jepit Butut

Nah, ini nih bagian yang penting gak penting. Aku anggap penting karena paling sering dipakai kemana saja. Ya kali mau ke warung pakai sepatu lari? Enaknya kan pakai yang tinggal 'mblusuk' aja to?

Tapi ya gak penting juga dilihat dari bentuk dan buluknya. Sendal ini paling sering dipakai tapi paling jarang dibersihkan hehe. Yang penting selalu ada saat dibutuhkan.





Nah, itu tadi koleksi alas kakiku alas kakiku. Em, bukan koleksi sih kan soalnya cuma itu-itu aja hehe. Kalau kalian punya koleksi sepatu apa aja sih?, pasti banyak ya... Share yuk!

Happy Blogging!

You May Also Like

15 komentar

  1. bagiku itu udah lengkap kok mbak, untuk olahraga ada, untuk santai ada, untuk umum juga ada.

    eh, lebih lengkap lagi kalau ada sepatu hills mbak

    BalasHapus
  2. Aku gak punya sepatu olahraga. Ketahuan kan jarang olahraga, hahahha

    Aku jg gak punya byk sepatu/sandal. seperlunya aja sih. Minimal ada sandal/sepatu agak tinggian biar gak keliatan pendek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe
      Aku malah ga suka yang ada haknya mba. Takut jatoh kalo jalan. Wkwk

      Hapus
  3. Aku malah banyak koleksi sendal dirumah, hobi banget pake alas kaki ini. gampang banget dipake dan aman kalo hujan atau ngelewatin jalan basah. dan sekarang udah banyak model yang gahul juga kan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Sandal jepit tetep favoriit.

      Hapus
  4. Wah sepatu larinya sering dipakai nggak nih? Aku punya sepatu kets tapi jarang banget kupakai. Mau meniatkan diri aerobik lagi ah. Sepatu flat cewekku lumayan banyak hehe jadi malu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu iya, sekarang jarang dipake jogging mba.

      Hapus
  5. Suka dengan warna pink ya, Mbak? Semua alas kakinya warnanya sama, pink/merah muda.
    Kalau saya justru punya beberapa dengan warna yang berbeda. Disesuaikan dengan warna baju hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah
      Mba sadar banget. Dan aku malu. Haha

      Hapus
  6. Aku jarang juga beli sepatu.
    Karena sekalinya punya barang, biasanya awet.

    jadi aku punya sepatu Wakai, kayanya usianya uda 5 tahunan deeh...
    Dan sampai sekarang, masih belum rusak.
    Padahal gak di sol atau diapain.

    Nambah lagi koleksi...sepatu Sketcher YOU.
    Ini favorit...tapi jarang dipake karena lebih seneng sepatu blinkblink Triset.
    Hihii....sandal jepit, must have item!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belom punya sepatu wakai. Pengen sih, tapi nanti kalo yang ini udah kena kick. Hehe

      Iya mba, setuju banget soal sendal jepit nih.

      Hapus
  7. Semenjak punya anak, koleksinya jadi cuma sandal flat aja, Mbak. Sebut saja sandal jepit. Xixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha
      Yang penting memenuhi kebutuhan mba.

      Hapus

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)