Gerakan Pungut Sampah, Cara Asik Peduli Sampah

by - 15 Mei

Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan dari suatu proses yang telah berakhir. Sampah sendiri memiliki banyak jenis dengan tingkat peleburan yang berbeda. Ada yang dapat segera hancur dan melebur dengan tanah dalam waktu cukup singkat, namun adapula yang harus menunggu berabad-abad untuk dapat menghancurkannya.


Kesadaran masyarakat akan hal ini bisa dibilang minim dan  seakan acuh terhadap pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman sampah. Mungkin hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya gerakan pungut sampah yang ada di Jepara dan kota lainnya. 
Meskipun tidak menjadi yang pertama, gerakan pungut sampah yang digalakkan di Jepara terbilang sukses menarik perhatian masyarakat yang peduli terhadap sampah yang mengganggu pemandangan dan masa lalu yang kelam #eh.



Gerakan ini sudah berlangsung sekitar satu bulan sejak Jepara menggelar banyak gawe yang tidak dipungkiri dampak sampahnya, banyak banget. Dari kejauhan, karena saya tidak ikut turun ke jalan, terlihat tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti gerakan ini. Banyak yang ikut ambil bagian dalam gerakan pungut sampah saat itu.
Cekidot lihat gambarnya


sumber: Jepara Inspiration Project

Rute Gerakan Pungut Sampah 9 April 2016

Saya sempat galau karena pusat gerakan ini terletak di alun-alun kota yang jauh dari rumah saya, Bangsri. Sempat terpikir tidak akan bisa mengikuti gerakan mulia ini. Duh, eman-eman hari mingguku yang libur dong, hehe. Hingga pada akhirnya ada aksi GPS yang juga digelar di lapangan Bangsri.  Yeay, dekat dari rumah dong ya. Dan akhirnya, setelah tiga kali gerakan ini diadakan di Bangsri, pada aksi yang ke empat ini, saya bisa turut berkontribusi dalam gerakan pungut sampah yang diadakan di Lapangan Bangsri.

Pagi itu, Minggu 8 Mei 2016, sedikitnya ada 15 orang yang turun membersihkan sampah di sekitar Lapangan yang setiap sore dipakai untuk Turnamen Sepak Bola. Bagaimana kondisi sampahnya? Duuh, parah banget. Setelah mengenakan sarung tangan dan mengambil kantong sampah yang terbuat dari semacam kain karung (sak), kami pun menyebar ke beberapa titik yang terindikasi terdapat sampah. Karena baru pertama, saya belum paham betul titik-titik mana yang banyak sampah. saya pun memokuskan diri pada sampah plastik kecil yang banyak tersebar di bagian tengah lapangan. Seperti sampah sedotan air mineral dan semacam bungkus permen yang banyak bertebaran bagai bintang yang terlihat menyala dari kejauhan #halah. Alhasil saya Cuma dapat sedikit banget sampah, ga ada segenggaman tangan saya yang kecil ini, heu. Tapi ya gak papa, yang kecil juga perlu untuk dibuang juga  kan??? Iya!!!.

Saking asiknya memungut sampah-sampah kecil di tengah lapangan, hingga akhirnya saya sadar bahwa saya satu-satunya orang dengan sarung tangan dan kantong sampah yang ada di tengah lapangan. Tak mau kehilanagan momen, sayapun mengambil beberapa gambar dari tengah lapangan yang luas tersebut.








Oke, jadi sekarang kamu masih mau nyampah ga jelas juga? Hellow.... #SumpahGaNyampahItuAsik loh. Coba rasain deh, asiiik banget. Apalagi kalo kamu gabung bersama para relawan GPS yang tak pernah absen setiap minggu. Yuk Gabung GPS, tinggal pilih aja, mau ke alun-alun Jepara atau ke Lapangan Bangsri. Untuk info dan tanya-tanya, cek langsung ke fanpage Jepara Inspiration Project ya. 

Salam sehat, salam bersih. 
#SumpahGaNyampahItuAsik.

You May Also Like

14 komentar

  1. Membaca artikel ini memotivasi saya untuk ikut gerakan pungut sampah :) dan menjadikan saya hidup lebih bersih lagi karena kebersihan itu sebagian dari iman :)

    BalasHapus
  2. Bagus banget ada gerakan kayak gini! (y)
    Lebih bagus lagi kalau semua orang rajin memungut sampah, baik yang ikut gerakan maupun tidak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba,
      Memang seharusnya semua dimulai dari diri sendiri. Tapi sayangnya banyak yang acuh :(

      Hapus
  3. Anak saya sudah dibiasakan kegiatan seperti ini di TK-nya. Tapi, hanya anak yang kedua (cewek) yang tampak berhasil kedisiplinannya dalam hal kebersihan. Sementara kakaknya (cowok) tidak begitu. Apa memang cowok dan cewek punya jiwa kedisiplinan yg berbeda, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang seharusnya dibiasakan sejak kecil ya kak,
      :)
      Soal kedisiplinan tergantung anaknya sih menurut saya, sepertinya memang berbeda. CMIIW

      Hapus
  4. aku belum pernah ke jepara... suatu hari semoga bisa menginjakan kaki disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Ade,
      Ditunggu kedatangannya di Jepara (:

      Hapus
  5. wah, luar biasa. sungguh dedikasi yang luar biasa. semoga kegiatannya lancar terus

    BalasHapus
  6. Ini kegiatan yang positif. Daripada bapak-bapak, anak-anak muda tawuran antarkampung, mending ngelakuin yang begini nih... kan lebh bermanfaat. bisa jadi inspirasi buat yang lain juga...

    BalasHapus
  7. Penting banget ya acara kayak gini, bisa membuat masyarakat jadi lebih peka terhadap lingkungan ^^

    BalasHapus
  8. Aksi Nyata Peduli Sampah, Gerakannya sangat menginspirasi :D Matoh

    BalasHapus
  9. Inspiratif : gerakan pungut sampah

    BalasHapus

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)

Popular Posts