Bekerja Dengan (Bawa) Perasaan

by - 17 Januari



Berhubungan dengan banyak orang artinya siap menerima semua keadaan. Sangat kompleks, bahkan terlalu kompleks. Ya, karena rasanya akan sangat keterlaluan jika belum terbiasa. Terasa seperti duri yang menancap secara sengaja. Sengaja karena keputusan untuk berbaur dengan banyak orang adalah dari kita.

Aku sendiri, di usia yang sudah tak lagi muda ini mungkin memang sudah waktunya keluar. Keluar dari zona nyaman atau dari lingkaran pertemanan yang terkesan monoton. Bukan berarti keluar sepenuhnya, tapi keluar untuk menemukan hal baru dari orang-orang baru.

Bagi beberapa orang, di usia produktif bekerja seperti ini akan diisi dengan kegiatan yang diimpikan siapapun; bekerja. Ya, sebuah kegiatan yang pernah diimpikan siapapun dan dikeluhkan oleh siapapun yang sedang menjalaninya.

Wajar dan proporsional, nggak jarang aku dengar keluhan tentang pekerjaan yang sedang digeluti. Entah tentang jobdesk, gaji maupun partner yang mendampingi. Bisaaaaa banget jadi bahan keluhan, ya, bisa aja. Namanya juga manusia yang sering cari-cari kesalahan sendiri.

Dulu aku mikirnya kerja hanya akan sibuk dan ribet dengan jobdesk dan segala hal yang perlu dilakukan. Ini perspektif yang aku bayangkan jauuuh sebelum aku pengen kerja. Lihat di tv kayaknya cuma gitu-gitu aja, ngeluh sekenanya karena banyak kerjaan atau karena capek selama di perjalanan.

KENYATAANNYA


Selain menghadapi pekerjaan, dunia kerja juga mengharuskan kita bertemu dengan banyak orang yang tentunya dari latar belakang berbeda. Hal yang sama sekali nggak terbayang saat masih kecil. Dan inilah saatnya kita merasakan.

Dan alibi niat kerja yang sungguh-sungguh seringkali mematahkan ego. Merasa butuh uang hingga membiarkan diri berlarut-larut dalam posisi yang tak nyaman. Ini sih namanya mematahkan ego dan menumbuhkan ego lain, ya.

Karena bagaimanapun kondisinya, perasaan selalu menjadi bagian paling sensitif untuk tersentuh. Entah dengan sentuhan yang lembut ataupun kasar, sama pekanya. Tak jarang pula yang masih memendam rasa hingga berakhirnya masa kerja.

And then, let me tell what I think

Bekerja artinya kita dibayar karena kita mengerjakan jobdesk yang sesuai dengan kesepakatan awal, atau sebut saja sesuai kontrak. Meskipun banyak juga lho yang nggak ada kontrak dan cuma kerja aja di tempatnya. Nggak ngerti sampai dimana batas dia harus bekerja yang bisa jadi menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

Belum lagi ditambah dengan perlakuan yang diterima, kadang menyenangkan kadang tidak. Pun tentunya kita juga pernah ada di posisi yang melakukan kegiatan baik yang menyenangkan maupun yang tak menyenangkan orang lain.

Memang harus super siap dengan segala keadaan yang ada. Mulai dari gaji yang tak sesuai porsi kerja (entah lebih atau kurang), pandangan orang-orang baru tentang kita yang sejak lama sudah seperti ini, hingga kebaperan-kebaperan lain yang hanya membuat kerja tak maksimal dan cenderung berdampak negatif.

Bahkan aku sering iri pada orang-orang yang dengan mudahnya tak menghiraukan omongan orang. Semudah itu melupakan sesuatu yang harusnya meninggalkan bekas luka mendalam.

Jika sudah siap dengan dunia kerja, hadapi saja apa yang ada. Jangan percaya begitu saja dengan spoiler yang aku tulis disini. Bisa jadi nggak berlaku untukmu dan kepribadianmu, lho. Nyatanya banyak kan yang masih bertahan di satu tempat kerja bertahun-tahun lamanya. Mungkin kamu salah satunya, atau yang sedang berniat menjadi salah satu dari mereka.

Yang pasti, apapun bentuk dan tujuannya, bekerja adalah sebuah keniscayaan bagi siapapun yang mampu. Tapi, sampai kapan akan menggantungkan harga diri pada orang lain?

Terimakasih sudah membaca, Happy Blogging!




You May Also Like

34 komentar

  1. Bisa bekerja dan lingkungan kerjanya membuat nyaman adalah rezeki, kita jadi lebih bisa berkembang dan selalu semangat untuk bekerja.
    Tentu saja tidak semudah itu kita bisa dapatkan, kita harus bisa menyesuaikan diri dulu dengan pekerjaan kita dan lingkungannya. In shaa Alloh akan banyak mendapatkan pengalaman yang berharga nantinya.

    BalasHapus
  2. Bekerja itu memang harus menyimpan perasaan di tempat yang baik, karena kalau dibawa ke pekerjaan bakalan ngaruh sama kinerja. Idaman semua orang kayaknya bisa bekerja ditempat yang sesuai keinginan.

    BalasHapus
  3. Ada saja ya lika-liku dalam pekerjaan. Menurutku suka ya jalani, nggak suka ya keluar saja. Tapi, mungkin juga gak semudah itu apalagi yg dasarnya karena materi. Yah kembali lagi sih ke pribadinya masing-masing.

    BalasHapus
  4. Kerja buat ku kalau nggak pke perasaan berat rasanya jalani nya mbak. Apalagi kalau presure nya sering berat. Harus banyk sabar banget dan berusaha mencintai pekerjaan kita

    BalasHapus
  5. Aku blm prnah masuk dunia kerja profrsional mba, paling2 dunia ngajar freelancer aja hehe. Tapi denger cerita2 suami jadi kebayang bgt dunia kerja tuh nano nano yaa, kudu strongm keep strong ya mba! :)

    BalasHapus
  6. Saya pernah di dunia kerja dan menyerah hehe akhirnya mundur sampai sekarang. Tapi benar Mba kepribadian orang berbeda, teman seperjuangan saya buktinya masih nyaman bekerja disana sampai sekarang.

    BalasHapus
  7. Meskipun pengalaman kerja saya gak sebanyak dan selama orang2, tapi rasanya apa yang saya dapatkan dalam dunia kerja sudah sangat mencukupi.

    Saya dulu kerja, Alhamdulillah selalu dibayar gaji terendah dan job desk terbanyak wakakakak..
    Sebelum nikah, saya kerja keras sambil ngomel, ngomel aja, merasa diperlakukan dengan gak adil, tapi gak mau ,move on karena gak enak ama bos.

    Setelah nikah dan punya anak, saya sempat kembali bekerja, Alhamdulillah lebih tenang meski lagi2 dapat gaji kecil dan presurre tinggi.

    Namun Alhamdulillah, saya sadar, gaji dari bos emang kecil, tapi Allah tambahin kekurangannya sehingga dengan gaji kecil tersebut Alhamdulilla saya gak pernah merasa kekurangan :)

    BalasHapus
  8. Kerja dimanapun tetap disyukuri, karena sekalipun gajinya besar dan selalu merasa kurang maka tetap saja akan kurang terus. So, #SemangatCiee dalam menikmati pekerjaan yang dilakoni

    BalasHapus
  9. Kayaknya kemarin aku resign karena baper ama atasan..baper ama lingkungan kerja ama baper ama semua..hihi tapi semua pekerjaan emang ada resikonya ya

    BalasHapus
  10. Duuuh, aku jadi pengen ksrja lagi. Udah tiga tahun resign kerja karena hamil dan punya anak.

    BalasHapus
  11. Itu poin penting banget ya mba,, klo soal tempat kerja nyaman Dan lingkungannya mendukung

    BalasHapus
  12. wah itu dilema besar di dunia kerja mba semacam hate and love relationship,tetap semangat yah

    BalasHapus
  13. Iyaaaa, kdng di kantor tuh ada aja org ajaib haha. Tapi namanya dunia kerja yg org2nya beda2 ya mbak, yawes dinikmati aja, asalkan kita teteop kerja pro no matter what :D

    BalasHapus
  14. Iyes mbak...setuju banget. Bekerja itu memang dibayar tapi kadang bayarannya tdk hanya melulu materi. Kadang kita dibayar dengan pengalaman. Kadang pengalaman ini yang sangat mahal... Saya sendiri dulu bekerja kepada saya sendiri. Bukannya untung tapi malah buntung kalau dilihat secara materi. Namun secara pengalaman harganya luar biasa mahal.

    BalasHapus
  15. Kadang pas lagi kerja tuh jadi baper mba. Padahal di kantor buat bekerja harus tetap profesional. Dan aku alhamdulillah senang selama ini bekerja di tempat yang nyaman

    BalasHapus
  16. Bekerja dengan beberapa atau banyak orang memang memiliki dinamika yang bermacam-macam. Bila semua ditanggapi dengan mengutamakan perasaan bisa-bisa naper lah kita...

    BalasHapus
  17. bekerja itu perlu juga mbak pake perasaan karena nggak semuanya diukur pake logika. apalagi berhubungan dengan rekan harus tau manner dan semacamnya.

    BalasHapus
  18. Iya jika kita berada diluar kita pasti akan bertemu beragam karakter org. Begitu juga di dunia kerjaan. Jika berani ambil kerjaan dilua4 maka kita juga harus siap menghadapi karakter2 itu diluar.

    BalasHapus
  19. salah satu dilema besar di dunia kerja mbak semacam hate and love relationship,tetap semangat yah

    BalasHapus
  20. pandai pandai membawa sikap aja di dunia kerja. itu soih yang aku pegang sampai saat ini. dan berani bertanggung jawab atas tindakan

    BalasHapus
  21. artinya bekerja profesional aja ya mba, dibayar utk kerjakan ya kerjakan.

    BalasHapus
  22. Hai ulyaaa.. Hal kaya gini nih dulu yg bikin aku enggan jd pns dan milih ke swasta. Soalnya aku pikir, kalo di swasta saat aku ga nyaman akan mudah resign dan pergi melupakan. Sedangkan kalo jd pns, kalo misal uda di tempatkan, gak bs kemana2 dan susah brenti meski uda gak cocok. Padahal ga gitu juga kan ya. Tergantung kondisi tiap kantor jg..hehehe.. Yg jelas faktor kenyamanan memang utama

    BalasHapus
  23. Dari awal lulus kuliah aku udah bilang enggak mau kerja di kantor. Soalnya kerjaan yang aku mau banget udah pasti akan menolak aku. Cita-cita aku dari dulu ingin jadi jurnalis, tapi waktu lulus kuliah aku udah nikah, dan semua lowongan itu menginginkan status single. Tapi sekarang dengan jadi blogger aku malah happy, sedikit mirip sama cita-cita aku dulu.

    BalasHapus
  24. Bekerja jelas bawa perasaan. Dan perasaan itu ada naik-turunnya. Tiap kayak gitu, yang selalu kubawa adalah spiritualitas bekerja. Kerja itu adalah ibadah. Sama juga ibu yang bekerja, itu ibadah juga loh.. Buat keluarganya. Selalu mengingat bahwa Tuhan itu lihatin kita tiap kita kerja. Selalu inget keluarga, dan berusaha memberikan yg terbaik buat mereka, lewat pekerjaan kita yg hasilnya baik. Setelah itu, rasa jengkel sama klien, rekan kerja, lama2 bisa dikelola dgn baik. Supaya keluarnya ke mereka juga baik. :)

    BalasHapus
  25. Dulu waktu masih kerja, aku pakai strategi pakai kacamata kuda, jadi fokus aja sama yang dikerjakan dan kalau ada omongan miring telen aja, lumayanlah jadi karyawan selama 12 tahun, sekarang jadi IRT aja

    BalasHapus
  26. Aku bosen kerja, maksudnya yg jadwal tetap berangkat pagi pulang sore/malam. Tapi kalau milih ini juga gak mudah karena artinya pas punya duit ya punya, pas lagi gak ada ya diem2 aja

    BalasHapus
  27. Aku pikir, seseorang melakukan sesuatu harus fleksibel.
    Tapi juga jangan mau dijadikan bulan-bulanan.

    Dalam artian,
    Mencintai apa yang sudah kamu capai saat ini dan lakukan sebatas apa yang menjadi jobdesk mu saja.

    Kalau sampai berlebihan, jadi gak punyak hak untuk diri sendiri dalam menikmati hidup.

    BalasHapus
  28. Bekerja pakai perasaan positif akan menghasilkan karya yang kece. Apalagi kalau yang dikerjakan itu memang beneran passion kita....semangat selalu mbak

    BalasHapus
  29. Kalau lagi masa-masa butuh banget uang ya gak apa-apa tahan dulu. Kalu sudah kira-kira cukup, lebih baik bekerja sesuai dengan hobi. Hobi yang jadi pekerjaan adalah gol terbaik, ayo keluar dari zona nyaman :D.

    BalasHapus
  30. "sampai kapan akan menggantungkan harga diri pada orang lain?" kalimat ini mungkin enggak semua orang setuju, ya. Bekerja pada orang lain enggak berarti menggantungkan harga diri pada mereka, kok. Ya meskipun kalau aku pribadi ya enggak suka, sih, ikut kerja dengan orang lain. Tapi pasti ada banyak alasan kenapa seseorang bekerja pada orang lain/perusahaan punya orang lain.
    Yang penting niatnya bekerja untuk beribadah, lah :)

    BalasHapus
  31. Hmm harus pandai mengatur perasaan ya mba, bekal aku banget sebagai calon fresh grad nanti bismillah :')

    BalasHapus
  32. Hai Ulya, jangan baper yaa dalam bekerja karena bisa merusak mood alias suasana kamu saat bekerja. Saran aku, kamu pilih pekerjaan yang sesuai dengan passion kamu supaya semua terasa lebih menyenangkan. Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman yaa*

    BalasHapus
  33. Dalam hidup ini memang setiap orang mengambil peranan yang berbeda, ada yang mengambil peran sebagai karyawan dan ada juga yang menjadi seorang pebisnis. Yang terpenting adalah kita yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Kalau sekiranya tidak nyaman untuk bekerja di orang lain, mungkin kakak bisa coba yang lain seperti membuka usaha sendiri. Sukses terus ya kak :D

    BalasHapus
  34. Bekerja bagi sebagian orang bisa jadi itu mnjadi harga dirinya ul, entah itu bekerja pd oranglain atau bekerja wiraswasta. Yang aku percaya adalah bekerja tidak selamanya membuat kita kaya ,tetapi dengan bekerja kita bisa sedikit meningkatkan trag hidup.
    Dr pd nganggur, ya kan.

    BalasHapus

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)

Popular Posts