SEMUDAH INI MEMULAI USAHA DI ERA DIGITAL

by - 10 Februari



Bulan ini aku kembali disibukkan dengan urusan akademik yang sudah sekian lama aku tinggalkan. Em, maksudku aku hentikan sejenak. Banyak hal yang aku lakukan selama tidak mengikuti kegiatan akademik. Dari bekerja dengan orang lain hingga mencoba peruntungan di dunia bisnis.

Meskipun bukan hal yang baru lagi untukku, tapi kegiatan bisnis memang selalu memusingkan. Apalagi di proses mengawali. Seakan memulai hidup baru yang harus sangat tertatih-tatih dan penuh ketabahan. Tapi tentu saja bisa dibaca keberhasilannya jika ditekuni dengan kesungguhan. Ironisnya, aku sering berhenti di tahap tertatih-tatih dan tak sabar menunggu hingga waktunya bangkit tiba. Sedih sekali jika mengingat masa-masa itu.

Dan saat ini, meskipun sedang vakum berpromosi secara langsung. Aku sedang menyiapkan amunisi sekuat mungkin untuk melanjutkan usaha yang telah aku rintis sejak tiga tahun lalu. Sempat berhenti lalu lanjut kembali, berhenti lagi dan berlanjut lagi. Hal biasa bagi pengusaha yang sering disebut dengan pasang surut.

Sebagai pelaku, kadang aku tak menyadari tentang teori pasang surut ini. Baru sadar kemudian setelah yang surut telah pasang kembali. Bahkan tak jarang aku menyalahkan diri sendiri saat sedang jatuh dan terpuruk dan menganggap apa yang terjadi adalah akibat dosa besarku selama ini. Drama banget aku tuuuh.

Entah sudah berapa jenis usaha yang pernah aku coba geluti. Ya, aku coba menggeluti tapi kadang usahanya yang nggak mau bergelut denganku. Aku merasa diPHP oleh keinginanku sendiri. Betapa sedihnya aku mengingat kejadian-kejadian memilukan tersebut. Seakan ada saja hal-hal yang tak mengenakkan yang membuat aku berhenti melanjutkan usaha.


Kalian pasti kepo kan, apa saja usaha yang pernah aku geluti hingga jadi selebay itu?!


Sebagai makhluk online, aku cenderung lebih banyak memulai usaha melalui online. Beberapa kali membuka usaha, hampir semuanya aku mulai secara online. Beberapa kali aku diinterogasi beberapa teman dan mereka cenderung tak percaya dan mengabaikan pernyataanku. Nyatanya, memulai usaha secara online di era digital seperti ini bukanlah hal yang tabu dan sulit untuk dilakukan.
Semudah seperti menulis status dan membalas pesan singkat. Ya, semudah itu. Apalagi bisa memberi nilai ekonomis. Menggiurkan, bukan?

Salah satu usaha yang aku geluti sejak 2015 yaitu usaha Kain Tenun Khas Troso, Jepara. Awalnya aku masih meraba-raba sistem kerja bisnis online yang kebetulan saat itu sedang aku gandrungi. Bermodal keberanian dan kenalan beberapa teman, aku memulai dengan tanpa modal uang sepeserpun. Dalam waktu tiga bulan aku berhasil melayani beberapa pembelian, salah satunya dikirim ke Bali dengan omzet mencapai lima juta per bulan.

Setelah itu, karena satu dan lain hal, aku memutuskan berhenti dan kembali fokus kuliah. Ternyata jalan menuju wisuda tak semulus paha kita masing-masing. Ada saja tanjakan dan turunan serta polisi tidur yang menghalangi. Harus ekstra hati-hati dan siapkan mental tambahan.

Dua tahun berlalu, aku kembali dipertemukan dengan jalan usaha yang sama. Tetap bergelut dengan kain tenun khas Jepara. Kali ini aku kembali mendapatkan banyak kenalan. Alhamdulillah, silaturrahim selalu membawa rejeki berlimpah. Aku banyak belajar dari mereka, baik secara langsung maupun tidak. Baik secara personal maupun kelompok. Dalam waktu dua bulan, aku lebih banyak belajar dari rumah, mengamati pergolakan media pemasaran yang digunakan para pendahulu yang telah menggapai kesuksesan.

Sambil belajar, aku kembali memantapkan diri untuk bergelut dengan usaha Kain Tenun Khas Troso melalui instagram. dengan modal bismillah dan doa restu orang tua, usahaku tak sia-sia, aku mendapatkan pembeli pertama di minggu kedua setelah akun online shopku aktif. Betapa senangnya kala itu, hehe.

Waktu berjalan dan aku semakin gigih berjuang, Alhamdulillah di bulan ke empat aku bisa menjadi eksportir kain tenun ke Kanada. Waah, senangnya lagi. Semakin bersemangat dan merasa yakin bahwa ini adalah duniaku. Haha, pedenya aku.

Saat ini, aku sedang merencanakan membuat website untuk meningkatkan penjualan agar lebih baik dan semoga bisa berkembang lebih pesat seperti sebelumnya. Syukur-syukur bisa membantu lebih banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan. Ini merupakan salah satu resolusi Bisnis di tahun 2019 yang aku miliki.

Hingga saat ini, aku semakin keenakan dengan usaha online bahkan tak terpikir membuka usaha secara offline karena waktu dan tempat yang terbatas. Lagipula, zaman sekarang seakan sudah disedikan lahan usaha yang siapapun bisa memulainya darimana saja, dunia online. Sejujurnya memang lebih mudah untuk membuka usaha di era digital ini dengan segala kelebihannya.

 Yuk, berwirausaha. Happy blogging. J

You May Also Like

14 komentar

  1. masih mikir juga nih utk wirausaha.. semoga dimudahkan.. capek kerja mulu yak

    BalasHapus
  2. Semangat bisnisnya ya kak! Maksimalkan media sosial untuk ajang promosi, mumpung gratis hehe

    Aku juga punya bisnis online kecil-kecilan, kirim barang disambi saat pulang kantor hehe, repot sih cuma ada sensasi tersendiri ketika pelanggan puas saat menerima barang :)

    BalasHapus
  3. Aku juga pgn buka usaha tapi masih galau. Hehe. Saling mendoakan ya. Anyway aku di rumah punya kain troso Jepara lho

    BalasHapus
  4. Waduuuuh kamu kereeen banget mbak. Di usia semuda ini, jiwa bisnis sudah berkembang. Salute aku...next coba ikutan Wirausaha Muda Mandiri ya mbak, mana tau disupport

    BalasHapus
  5. Aku gak ngeh dirimu jualan tenun troso. Tahu gitu pas kemarin ada yang nanya, kukasih dirimu ya. Tetap semangat usahanya, semoga sukses sampai nanti

    BalasHapus
  6. Waahhh.. keren loh, sampe ekspor segala. Semoga lancar ya bisnisnya. Internet memang mempermudah segala, dan bisa mengubah hidup kita.

    BalasHapus
  7. Keren mbaaak. Aku dulu juga jualan tapi lbh ke buku dan baju busui bumil. Jd pengen bisnis lagi :D
    Penasaran kain tenun Troso kyk apa? Berupa kain aja atau jg diubah jd baju dll gtu? Keren bisa ekspor jg, sukses yaaa.

    BalasHapus
  8. Semudah apa berusaha di era digital? Jawabnya, semudah jatuh cinta padaku. Hehe

    Ya tentunya semudah menjentikkan jarindan geser2 jempol

    BalasHapus
  9. Gak semua di era digital ini mendatangkan mudarat, yang mendatangkan manfaat juga banyak. Ya contohnya, kita mau usaha mudah banget, easy.

    BalasHapus
  10. Di tengah maraknya usaha, aku salut mba tetep fokus kepada kain tenun jepara. Konsisten ya mbak, dan aku jd termotivasi bikin usaha jg

    BalasHapus
  11. Bisnis ini semakin banyak ilmunya, semakin terasa sia-sia kalau gak langsung action.
    Hihii~
    Aku lagi seneng baca buku motivasi dari para enterpreneur niih...
    Jadi pingin seperti Ulya yang take action.

    Mantap.
    Sukses terus, Ulya.

    BalasHapus
  12. Haduh ceritanya menginspirasi sekali, nih. Bikin pengen memulai usaha online. Tapi gimana ya, dasar otakku bukan otak pebisnis kali ya. Dari dulu susah banget untuk diajak memulai. Huhuhu.

    *malah curhat

    BalasHapus
  13. Di era digital ini..rugi kalo gak manfaatkan teknologi..

    Untuk promosi apapun sepertinya makin efisien dengan cara digital..

    BalasHapus
  14. Iya, semudah itu memang berbisnis di dunia digital skrg ya. Tapi ttp ada perjuangannya jg dong, meski terlihat mudah. Keren Ulya pencapaiannya sdh bs ekspor. Daebak!

    BalasHapus

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)