Kopi Bikin Mual? A Story About Me x Coffee

by - 05 April


Jika dulu aku pernah membahas tentang kopi sebagai skincare disini, sekarang aku akan bercerita tentang kopi pekat yang membuatku patah hati beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, ijinkan kuceritakan bahwa aku suka kopi. Suka banget sih enggak, ya suka aja. Tapi tetap membatasi diri untuk nggak mengonsumsi berlebihan karena riwayat penyakit lambung yang pernah aku alami beberapa bulan yang lalu. Takut kambuh, takut sakit, tapu aku pengen kopi. Hehe

Jadi waktu itu kedua temanku sedang asik meminum kopi masing-masing, aku yang melihat mereka pun akhirnya tergoda untuk ikut berpartisipasi meramaikan malam kopi kala itu. Dengan kopi yang aku pesan pada seorang teman dengan varian arabika, akhirnya jadilah kopiku. Kopi pekat dengan gula cukup banyak. Tentu saja manis, tapi bubuk kopinya banyak.

Seperti biasanya, saat sedang ingin pasti akan lupa dengan resikonya. Kala itu aku dengan nikmatnya menyeruput kopiku. Seruput demi seruput hingga seruputan terakhir. Nikmat, enak dan pastinya puas.

Sampai akhirnya, beberapa menit kemudian ada yang aneh dengan perutku. Muncul perasaan seperti ingin buang air, tapi mual, tapi lemas. Lalu tiba-tiba jantungku berdegup cukup kencang. Aku langsung berpikir bahwa ini adalah efek dari kopi tadi.

Tak berselang lama, setelah kuoles perutku dengan minyak angin, aku berhasil mengeluarkan semua isi perutku. Termasuk tumis ayam terenak yang aku makan sebelumnya. Aah, sayang sekali.

Kenapa harus keluar semua, padahal baru saja kenyang. Padahal baru saja makan enak. Apalagi setelah semua isi perut keluar, aku jadi malas makan karena serba nggak enak. Aku makin sedih setiap ingat tumis ayamku. :(

Saat lemas dan tak berdaya, syukurlah ada yang bisa kujadikan tempat bermanja. Lalu berakhir dengan kiriman nasi goreng ayam favoritku. Enaknya....

Aku nggak tahu apa yang terjadi saat itu, yang pasti aku bersyukur bahwa semua bisa keluar dengan segera sehingga keadaanku segera membaik. Tapi tetap saja aku sebal karena harus merelakan tumis ayamku. Huft.

Sejak saat itu, aku jadi enggan menikmati kopi saja tanpa campuran bahan lain. Sebagai penawar, aku tetap menikmati kopi dengan campuran susu berlebihan. Ya, berlebihan sekali karena kebanyakan. Yang penting cukup untuk mengobati rasa pengen minum kopi.

Yang penting kan ada kopinya, hehe.

You May Also Like

1 komentar

  1. Wah sama kita, aku pernah ngopi di pantai kartini dulu pas main ksna. Lalu, kapan kita ngopi bareng? Hahaha

    BalasHapus

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)