Mengenal Keracunan Kehamilan Yang Bisa Terjadi Pada Wanita Hamil

by - 28 Mei



Pernahkah anda mendengar keracunan kehamilan? mungkin masih banyak orang yang belum memahami atau bahkan masih belum mengenal tentang istilah ini. keracunan kehamilan merupakan kondisi medis yang dapat dialami sekitar 8% wanita hamil yang ada di seluruh dunia. Kondisi ini tidak bisa dianggap enteng, jika tidak terdeteksi dari awal dan ditangani sedari dini, maka kondisi ini akan membahayakan ibu hamil serta janin yang ada di dalam kandungan. Istilah keracunan kehamilan ini juga dikenal dengan nama preeklamsia dan biasanya menyerang saat usia kehamilan menginjak 20 minggu ke atas. 
Gejala preeklamsia yang dialami berbeda pada masing-masing wanita, namun tanda-tanda umum yang sangat mudah terlihat adalah  hipertensi dan proteinuria. Kondisi ini sangat membahayakan kehamilan dan sayangnya tidak bisa dicegah. Umumnya akan hilang sesaat setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi pada beberapa kasus, preeklamsia masih tetap dapat terjadi meskipun sudah terjadi kelahiran.

Gejala Keracunan Kehamilan

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gejala keracunan kehamilan atau preeklamsia yang dialami masing-masing wanita bisa berbeda. bahkan seorang ibu hamil bisa mengalami preeklamsia tanpa menunjukkan gejala. Meskipun begitu, ada beberapa gejala umum yang ditunjukkan oleh preeklamsia yaitu tekanan darah tinggi dan protein tinggi pada urine (proteinuria) pada ibu hamil. Tanda-tanda ini biasanya baru akan terdeteksi ketika menjalani pemeriksaan rutin kehamilan karena itulah memonitor tekanan darah ibu secara rutin adalah hal yang cukup penting yang wajib dilakukan di masa kehamilan. 
Jika menemukan tekanan darah pada ibu hamil hingga mencapai 140/90 mm Hg bahkan hingga lebih, maka segera berkonsultasi ke dokter kandungan.  selain itu ada beberapa gejala lainnya yang juga bisa dirasakan oleh ibu hamil saat mengalami keracunan kehamilan seperti:
  • Gangguan pada penglihatan atau mata menjadi kabur. Selain itu pandangan juga bisa hilang sementara dan sensitive terhadap cahaya
  • Rasa nyeri di bagian bawah rusuk
  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala parah
  • Sesak napas
  • Jumlah urine menjadi berkurang
  • Muncul pembengkakan atau edema pada bagian tangan , kaki, dan wajah
  • Menurunnya jumlah trombosit di dalam darah
  • Gangguan fungsi hati
Selain itu laju pertumbuhan janin yang melambat juga dapat menunjukkan jika ibu hamil mengalami preeklamsia. Kondisi ini disebabkan karena berkurangnya aliran darah yang menuju plasenta. Sehingga janin dapat mengalami pasokan nutrisi dan oksigen yang berkurang.

Penyebab Keracunan Kehamilan

 

Masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti munculnya preeklamsia. Namun menurut para ahli, preeklamsia dapat terjadi saat plasenta tidak berkembang baik dikarenakan gangguan yang terhadi pada pembuluh darah. Dan pada saat terjadi gangguan di dalam plasenta, maka aliran darah yang mengalir di antara ibu dan janin di dalam kandungan menjadi terganggu. Kelainan inilah yang diduga menyebabkan preeklamsia.
Selain itu ada beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan seorang wanita hamil beresiko mengalami keracunan kehamilan, antara lain adalah:
  • Kehamilan pertama
  • Kekurangan nutrisi
  • Pernah memiliki preeklamsia di kehamilan sebelumnya
  • Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, antifofolipid, hipertensi, lupus, atau penyakit ginjal
  • Terdapat lebih dari 1 janin di dalam kandungan
  • Janin di dalam kandungan saat ini mempunyai ayah yang berbeda dari kehamilan sebelumnya
  • Jeda kehamilan dengan kehamilan yang sebelumnya sekitar 10 tahun
  • Hamil di saat usia 20 tahun ataupun diatas 40 tahun
  • Mempunyai riwayat keluarga yang pernah menderita preeklamsia
  • Obesitas ketika hamil, indeks masa tubuh mencapai 25 atau lebih

Pencegahan  dan Pengobatan Keracunan Kehamilan

 

Jika anda termasuk wanita yang beresiko tinggi mengalami preeklamsia atau keracunan kehamilan, maka akan lebih baik untuk berkonsultasi ke dokter kandungan agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Nantinya dokter akan memberikan pencegahan dengan memberikan aspirin dengan dosis 75mg setiap hari. Ini dilakukan sejak usia kehamilan menginjak 3 bulan hingga bayi lahir. Namun perlu anda ingat, jika pemberian aspirin hanya bertindak sebagai pencegahan. Bukan mengobati keracunan kehamilan. Sehingga jangan mengkonsumsi aspirin jika memang tidak disarankan oleh dokter.
Selain itu wanita yang mengalami kekurangan kalsium pada saat sebelum dan ketika masa kehamilan, maka sangat disarankan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium sehingga dapat mencegah munculnya preeklamsia. Meskipun demikian, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi obat, vitamin, maupun suplemen apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika kondisi keracunan kehamilan ini tidak ditangani semenjak dini, maka bisa berkembang menjadi komplikasi yang cukup serius yaitu eklamsia.
Lalu adakah cara mengobati preeklamsia? Sebenarnya, hanya proses kelahiran saja yang dapat menyembuhkan preeklamsia. Jika preeklamsia muncul saat usia janin belum siap untuk dilahirkan maka dokter kandungan akan melakukan monitor pada kondisi tubuh ibu dan janin di dalam kandungan secara intensif hingga usia janin di dalam kandungan sudah cukup. Dokter juga akan sering memeriksa darah serta uSG pada ibu hamil.
Namun saat preeklamsia semakin parah, maka ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan rawat inap di rumah sakit hingga nantinya janin siap untuk dilahirkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan NST rutin untuk memantau kondisi kesehatan janin.
Akan tetapi jika keracunan kehamilan muncul saat usia janin sudah siap untuk dilahirkan, maka dokter akan lebih menyarankan untuk melakukan tindakan induksi ataupun bedah Caesar untuk mengeluarkan janin di dalam kandungan sesegera mungkin. Selain itu ada beberapa obat-obatan yang juga diresepkan oleh dokter seperti antihipertensi, kortikosteroid, dan anti kejang.

You May Also Like

0 komentar

Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)